7 Cara Menggunakan Cloudflare Untuk Mempercepat Website

Tutorial cara menggunakan cloudflare agar blogspot atau wordpress kamu menjadi lebih cepat ketika di akses oleh pengunjung seperti cheetah

Siapa sih yang senang website nya sangat lemot ketika di akses? Gak ada pasti, namun tahu gak sih kamu rata rata blogger pemula melakukan kesalahan ketika menggunakan cloudflare? Gak percaya ya, ok contoh nya saja ketika kamu menggunakan CF di wordpress, semua fitur cloudflare di centang padahal kamu sedang memakai plugin cache yang memyebabkan bentrok pengaturan sistem.

Namun sebelum masuk ke tutorial nya, saya ingin membahas apa itu cloudflare, keuntungan, dan kekurangannya agar kamu paham dan tidak melakukan kesalahan ketika mengimplementasikan CDN Cloudflare di website kamu.

Apa Itu Cloudflare?

Gambar logo cloudflare
sumber: wikipedia

Secara singkat CF merupakan web infrastrukur berasal amerika serikat yang menyediakan keamanan, distribusi konten jaringan, dan berfokus dalam hal mencegah dari serangan ddos. CF didirikan pada tahun 2009 atau 12 tahun yang lalu oleh ke 3 orang hebat bernama Matthew Prince, Lee Holloway, Michelle Zatlyn.

Baca: Cara Mencegah DDoS Menggunakan Cloudflare

Mungkin banyak orang yang bukan web develop atau pembuat web mengira bahwa cloudflare itu VPN, emang sih gak salah dari sudut pandang mereka yang bukan seorang blogger, karena asal kalian tahu bahwa CF juga memberikan layanan VPN. Oke setelah ini mari kita ke topik selanjutnya yaitu

Keuntungan Menggunakan Cloudflare

Fungsi singkat cara kerja cloud flare

Nah sebelum itu saya ingin sampaikan terlebih dahulu, jika kamu ingin menggunakan cloudflare dan merasakan manfaat atau keuntungannya, kamu harus membeli server vps atau hosting berlokasi singapura karena jika menggunakan cloudflare versi gratis tidak langsung diarahkan ke indonesia, namun berhenti di datacenter cloudflare yang ada di singapore.

Mengurangi Beban Server

Static cache untuk mengurangi beban server

Memang ada beberapa cara untuk mengurangi beban server, seperti menggunakan cache object, load balancer, menggunakan gzip atau brotli, dll. Namun kamu tahu gak sih plugin cache terkenal seperti litespeed cache tidak bisa mencache static file.

Berbeda apabila kamu menggunakan cloudflare dan menggabungkan litespeed cache akan membuat mempercepat load time wordpress kamu, jadi jangan heran apabila web saya sangat cepat loading nya ketika di akses.

Menyembunyikan IP Server Origin

fungsi cloudflare menyembunyikan ip server asli

Tidak heran para hacker kesusahan apabila alamat ip server kamu disembunyikan melalui CDN, terlebih lagi ketika ada orang iseng brute force web kamu namun di dilindungi oleh CDN tentu saja yang down bukanlah web server kamu, namun CDN nya lah langsung otomatis memblokir brute force tersebut, apabila website kamu menggunakan cloudflare.

Bisa Menggunakan Kedua Tipe Kompresi

cloudflare memiliki 2 Accept encoding gzip dan brotli
sumber: bobcares.com

Untuk pengguna wordpress harus tahu, gzip merupakan hal yang wajib sebagai pilihan untuk kompresi dan dekompresi suatu situs dinamis, karena apa? Gzip memiliki kecepatan kompresi yang begitu cepat, makanya pilihan untuk situs dinamis adalah gzip.

Namun kita tidak bisa menggunakan keduanya dalam satu server, diakali lah menggunakan fitur brotli cloudflare, nah bukan berarti brotli kalah dari gzip, pada dasarnya brotli tidak terlalu jelek namun yang membedakan yaitu lebih superior melakulan kompresi statik file ketimbang dinamyc file.

Jadi itu lah 3 keuntungan menggunakan cloudflare, sebenar nya masih sangat banyak sekali, seperti load balancer, tcp turbo, argo dan argo tunnel, alasan saya tidak membahas nya karena itu khusus member berbayar.

Cara Menggunakan Cloudflare

Akhirnya artikel yang ditunggu sesuai judul telah tiba, namun sebelum menggunakan cloudflare kamu harus mempunyai kontrol penuh atas domain kamu, jadi jangan mau apabila ada seller penjual domain namun kontrol nya melalui cloudflare, karena bisa saja di take back atau di ambil kembali dengan cara ganti nameserver saja.

Login Ke Client Area

Disini saya menggunakan domainesia, namun sebelum itu saya ingin menyatakan ini bukan endorse, jadi login sesuai provider domain kamu ketika beli.

Ini tampilan client area domainesia ketika sudah login, jika kamu telah login silahkan klik menu domain dan cari domain yang ingin kamu setup ke cloudflare

Login Ke Dashboard Cloudflare

Cloudflare nameserver

Tadi kan udah ke client area, sebelum menggunakan cloudflare kalian harus login atau daftar terlebih dahulu, saya yakin kamu udah paham lah cara daftarnya dan untuk tampilan dashboardnya seperti gambar diatas, jadi ketika kamu diawal pendaftaran dan submit domain, akan di minta mengganti name server default ke name server cloudflare.

Perlu di ingat, setiap akun memiliki nameserver yang berbeda beda, lanjut lagi. Setelah kamu melihat, nameserver yang pertama harus posisi pertama ketika mengganti nameserver, contohnya seperti gambar di bawah ini.

Setelah berhasil progapagasi, kamu akan ditampilkan saran pengaturan dari pihak cloudflare langsung, jadi lewati saja jangan lakukan..

SSL/TLS

Untuk cara pertama menggunakan cloudflare adalah ssl, sebelum kamu menggunakan ssl. Di server asli kamu harus sudah terpasang ssl terlebih dahulu, entah itu dari lets encrypt atau yang berbayar, yang penting bisa diakses ketika menggunakan https.

Kalo sudah melakukan diatas, pilih bagian “Flexible Encrypts traffic between the browser and Cloudflare”, karena agar tidak lama di proses pemuatan ssl.

Note: kalo kamu menggunakan blogspot, harus matikan ssl otomatis blogspot nya, agar tidak bentrok dengan ssl cloudflare.

Speed

Langkah ke 2 untuk menggunakan cloudflare yaitu klik bagian speed dan scroll kebawah sampai menemukan auto minify dan brotli, perlu di ketahui ketika kamu menggunakan plugin cache harus memilih satu, yaitu minify menggunalan plugin cache atau otomatis minify dari cloudflare, karena kalo keduanya menyebabkan bentrok.

Ketika kamu ceklis brotli, server kamu wajib hanya menggunakan gzip, agar pemuatan loading website lebih optimal. Jika kamu gak tahu bagaimana menyetting agar gzip menjadi satu satunya kompresi, silahkah tambah kode dibawah ini ke .htaccess

SetEnv no-brotli

Jika kamu ingin menceklis rocket loader silahkan, namun kalo kamu mengaktifkan. Jangan javascript kamu di deferred atau di tunda, karena menyebabkan scriptnya tidak ke load langsung secara sempurna.

Caching

Untuk bagian ini sebenarnya tidak ada terlalu penting, namun saya sarankan untuk mengatifkan tiered cache dan caching level nya pilih ke mode standart dan untuk always online jangan di aktifkan, masih banya bug nya.

Page Rules

Seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa plugin litespeed cache tidak bisa membuat cache static file namun hanya dinamis, disinilah peran membantu clouflare untuk membuat static cache, bisa dilihat gambar diatas, bahwa saya menggunakan wordpress, jadi paham dimana letak static filenya.

Sebelum itu saya ingin memberikan peringatan, jangan cache everything homepage blog kamu, melainkan letak file statis blog kamu, seperti /wp-content/ disitu letak dimana theme dan plugin berada.

Network

Saya wajibkan kamu untuk mengaktifkan quic atau http/3 ketika menggunakan cloudflare, memang ketika mengakses pertama kali artikel blog kamu, request versi http nya adalah http/2 namun jangan salah ketika website kamu mengeksekusi atau memuat css dan js via http/3 yang notabenenya untuk mempercepat load suatau file.

Untuk 0-RTT Connection Resumption itu terserah kalian untuk menceklis nya atau tidak, lebih baik ceklis saja pengaturan ini, agar ketika cloudflare salah mengira visitor kamu adalah bot dan tentu saja agar tidak membebankan server terlalu berat. Hanya itu saja cara caranya, namun sebelum itu mari ketahui kekurangan cloudflare.

Kekurangan Menggunakan Cloudflare

apa kekurangan cdn cloudflare?

Kekurangan cloudflare adalah web site kamu menjadi lambat apabila server nya jauh dari data center yang dimiliki cloudflare, memang kita tahu bahwa data center cloudflare sangat lah banyak dan berada hampir di seluruh dunia. Namun yang dimaksudkan saya itu ketika kamu menggunakan cloudflare yang gratis namun menggunakan server berlokasi Indonesia

Lho bukannya bagus bila server origin berlokasi di Indonesia? Mungkin secara logika memang seperti itu, namun pada nyatanya apabila kamu menggunakan cloudflare gratisan, perutean cdn nya yaitu ke singapore. Makanya apabila kamu ingin memakai cloudflare gratis, saya wajibkan lokasi hosting atau vps kamu harus berada di Singapore

Bagikan Artikel Ini Jika Bermanfaat
Default image
Prabowo Sakti

saya suka memberikan informasi yang kredibel atau bisa di percaya tentang seputar anime, tekno, internet, komik, game, tutorial Android maupun PC.

Articles: 204